Detail Cantuman Kembali

XML

Hubungan Antara Regulasi Emosi Dan Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Pada Remaja Yang Tinggal Di Panti Asuhan


Salah satu definisi dari resiliensi adalah kemampuan untuk menghadapi kesulitan dan bangkit kembali dengan cepat. Motivasi yang melatarbelakangi penelitian iniadalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara resiliensi remaja penghuni panti asuhan dengan kemampuan mereka dalam mengendalikan emosi dan dukungan yang mereka dapatkan dari jaringan sosialnya. Penelitian kuantitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi berbasis survei. Secara keseluruhan, 61 remaja dari panti asuhan di Kota Denpasar ikut serta dalam penelitian ini. Sampling jenuh adalah teknik yang digunakan untuk sampel.Perangkat lunak Jeffrey's Amazing Statistical Program (JASP) 18.3 for Windows digunakan untuk melakukan analisis data dengan menggunakan metode statistik product moment dan korelasi ganda. Skala pengukuran resiliensi memiliki 38 aitem dengan koefisien sebesar 0.750. Skala kontrol emosi memiliki 32 aitemdengan koefisien determinasi (α = 0,729). Terdapat 30 item dalam skala dukungan sosial, dan nilai beta adalah 0,739. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara resiliensi dengan regulasi emosi dan dukungan sosial. Pada tingkat signifikansi 0.001, terdapat nilai korelasi sebesar 0.683. Nilai F yang dihitung sebesar 25,422 lebih tinggi dari nilai F esensial sebesar 3,159, yang menunjukkan bahwa nilai perubahan F kurang dari 0,05. Lebih lanjut, resiliensi dan kemampuan untuk mengendalikan emosi seseorang berkorelasi (r = 0,635). Terakhir, terdapat hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial, seperti yang ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,638. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi alat yang berharga untuk membantu remaja yatim piatu dalam membangun resiliensi.
A-
850.24
850.24
Text
Indonesia
FPsi-UHT
2024
Surabaya
xvi, 125p.; 29,5cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...